www.radarpena.com

Kamis, 17 Januari 2019

Terbiasa dengan KTL di Pagi Hari, Namun saat Siang...

Jumat, 11 Januari 2019 - 16:38 WIB
Terbiasa dengan KTL di Pagi Hari, Namun saat Siang...
Petugas Dinas Perhubungan menegur warga yang melanggar rambu larangan parkir di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kamis (10/1). Foto: Radar Cirebon

RADARPENA.CO - Masyarakat mulai terbiasa dengan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Terutama mereka yang sehari-harinya beraktivitas di tiga ruas jalan utama. Mulai pukul 06.30-11.00 relatif tidak ada pelanggaran di Jalan Siliwangi. Kondisi serupa juga terjadi di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo dan Jl RA Kartini.

Pelanggaran baru terjadi menjelang siang. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) menjumpai kendaraan yang melanggar zona larangan parkir. Kepala Dishub, Atang Hasan Dahlan mengharapkan KTL dapat dipahami dan dipatuhi masyarakat.

Sebab, ketertiban dapat tercipta bukan hanya oleh petugas. Namun atas kontribusi masyarakat. “Jadi trotoar jangan dipakai untuk parkir. Jangan melanggar rambu lalu lintas. Ini demi kenyamanan bersama,” ujarnya kepada Radar Cirebon (Grup RADARPENA).

Dishub sendiri menempatkan empat petugas di KTL. Ditambah dengan dua mobil patroli. Mereka stand by mulai dari pukul 06.00 sampai dengan 17.00 WIB. Meski demikian, Atang mengaku mendapati beberapa kendala. Salah satunya keterbatasan personel. Sehingga dishub harus melakukan penjadwalan dan prioritas. Sementara ini kendala tersebut diatasi dengan penjagaan dan berpatroli bersama kepolisian serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Di luar pelanggaran lalu lintas, pedagang kaki lima (PKL) masih ditemui di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo. Mereka kebanyakan menggunakan gerobak dan mangkal di sekitar sekolah. Satpol PP sendiri telah menjaring empat pedagang yang akan dijerat dengan yustisi.

Kepala UPT Parkir Agus Gumelar mengaku telah menurunkan sejumlah petugas parkir di KTL. Petugas parkir resmi yang diterjunkan dishub berperan dalan ketertiban dan kelancaran lalu lintas. “Jadi petugas parkir ini jangan cuma duduk pungut duit. Tapi bagaimana ketika kendaraan masuk atau keluar area parkir itu harus ada peran petugas parkir,” tuturnya.

Sementara itu seorang warga ditemui di KTL Apandi (35), mengapresiasi kebijakan ini. Diharapkannya agar ketertiban ini bisa dipertahankan dan harus diperluas ke jalan lainnya di Kota Cirebon. “Ya bagus dan tertib, awalnya memang agak repot. Saya yang jenguk temannya di rumah sakit harus parkir ke belakang gedung. Tapi ini demi kebaikan bersama,” tukasnya. (gus/JPR)

Redaktur : --
Reporter : --
Sumber : radarcirebon.com

Komentar

Terpopuler


Close Ads X