www.radarpena.com

Minggu, 21 Oktober 2018

Minum Obat Hormonal Berisiko Alami Stroke

Kamis, 11 Oktober 2018 - 22:00 WIB
Minum Obat Hormonal Berisiko Alami Stroke
Perempuan yang mengonsumsi obat hormonal lebih berisiko mengalami stroke.(foto : Istimewa)

RADARPENA.CO - Berdasarkan jenisnya stroke dibedakan menjadi dua yakni stroke Hemorrhagic dan stroke Iskemik atau Non Hemorrhagic. Stroke Iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak, yakni sekitar 85%. Di mana aliran darah ke otak tersumbat oleh gumpalan darah atau timbunan lemak yang disebut plak di lapisan pembuluh darah.

"Stroke iskemik terjadi akibat plak atau bekuan darah menyumbat pembuluh darah di otak," kata dr. Sahat Aritonang, Sp.S, Msi. Med, FINS, FINA, dokter spesialis saraf RS Pondok Indah-Bintaro Jaya di Plaza Sentral, Jakarta, Kamis (11/10).

Sedangkan stroke Hemorrhagic atau Jemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak. "Karena pecah maka darah akan menumpuk dan menekan jaringan otak di sekitarnya," kata dr. Sahat.

Ada dua jenis stroke Hemorrhagic yakni perdarahan intraserebral adalah jenis yang paling umum dari stroke Hemorrhagic. Ini terjadi ketika arteri di otak pecah, membanjiri jaringan sekitarnya dengan darah. Perdarahan subarachnoid adalah pendarahan di daerah antara otak dan jaringan tipis yang menutupinya.

Transient ischemic attack (TIA) adalah "peringatan stroke" atau "mini-stroke" atau stroke ringan yang mengakibatkan tidak ada kerusakan permanen. Mengenali dan mengobati TIA segera mungkin dapat mengurangi risiko stroke berat.

Lebih lanjut dr. Sahat menerangkan sejumlah faktor risiko stroke. Dimana faktor risiko ini bisa mempercepat terjadinya serangan stroke yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang bisa diubah.

Faktor risiko yang tidak dapat diubah diantaranya: umur, semakin tua usia seseorang maka risiko terkena stroke makin besar. "Tapi, jika faktor risiko lainnya tidak ada, mungkin tidak terlalu berisiko," ujar dr. Sahat.

Perempuan juga berisiko mengalami stroke hal ini dikarenakan banyaknya perempuan usia subur menggunakan obat hormonal dan pil kb. "Penggunaan obat hormonal bisa mengubah metabolisme tubuh, tekanan darah berubah dan lain-lain. Maka itu penting konsultasi sama bidan terkait kontrasepsi yang cocok. Jika Anda punya darah tinggi maka hindari obat hormonal," jelasnya.

Ras juga ikut berkontribusi terhadap risiko stroke. Umumnya terjadi pada orang berkulit hitam. Tapi di Indonesia kata dia banyak terjadi pada masyarakat yang sering mengonsumsi makanan bersantan dan asin.

Dan faktor risiko yang tidak bisa diubah lainnya ialah faktor genetik atau keturunan. Jika ada riwayat orangtua menderita stroke maka kemungkinan besar diwariskan kepada anaknya. 

dr. Sahat menerangkan, faktor risiko yang dapat diubah diantaranya hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dislipidemia, atrial fibrilasi, stenosis arteri karotis, hiperfibrinogenemia, penyakit jantung lainnya, pasca stroke, sicle cell anemia, hiperhormosisteinemia.

Adapun faktor gaya hidup yang bisa diubah seperti merokok, stres mental fisik, migrain, penyalahgunaan obat, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan pemakaian kontrasepsi hormonal.

"Jika memiliki dua sampai tiga faktor risiko kemudian gaya hidup tidak dijaga maka potensi terkena stroke lebih besar. Tapi sebaliknya jika menyadari adanya faktor risiko maka sebaiknya perbaiki gaya hidup, pantau Indeks Massa Tubuh (IMT) dan berat badan. Lingkar perut perempuan jangan melebihi 80 cm," jelasnya.

"Keberhasilan mengendalikan angka kejadian yang terpenting bagaimana keberhasilan kita mengendalikan faktor risiko yang bisa dimodifikasi," kuncinya.

Redaktur : FT Lumintang
Reporter : Andi Mardana
Sumber :

Komentar

Terkini Lainnya

Puluhan Lapak PKL Cipanas Dibongkar Paksa

Puluhan Lapak PKL Cipanas Dibongkar Paksa

Metropolis
Guru Honorer Berencana Kembali Mogok

Guru Honorer Berencana Kembali Mogok

Pendidikan
Pemkab Usulkan Raperda Kebencanaan

Pemkab Usulkan Raperda Kebencanaan

Umum
Nelayan Jayanti Kembali Melaut

Nelayan Jayanti Kembali Melaut

KOMBIS
Bawaslu Cianjur Bentuk Saka Adhyasta Pemilu

Bawaslu Cianjur Bentuk Saka Adhyasta Pemilu

Umum
Tak Berseragam, ASN Bisa Kampanye

Tak Berseragam, ASN Bisa Kampanye

Metropolis
Sandiaga: Cianjur Layak Dijadikan Pusat Agraria Jabar

Sandiaga: Cianjur Layak Dijadikan Pusat Agraria Jabar

Metropolis
Puluhan Penyuluh Agama Kecamatan Jalani Tes Urine 

Puluhan Penyuluh Agama Kecamatan Jalani Tes Urine 

Metropolis
Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Optimalkan GMHP

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Optimalkan GMHP

Umum
Dinkes Cianjur Gencar Berikan Vaksin

Dinkes Cianjur Gencar Berikan Vaksin

Umum
Close Ads X