www.radarpena.com

Minggu, 21 Oktober 2018

Tanggap Darurat Sulteng Diperpanjang Dua Pekan

Kamis, 11 Oktober 2018 - 20:35 WIB
Tanggap Darurat Sulteng Diperpanjang Dua Pekan
Rentetan Gempa Sulteng. (Ilustrasi)

RADARPENA.CO - Masa tanggap darurat pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) akhirnya resmi diperpanjang. Usulan perpanjangan dari gubernur Sulteng Longki Djanggolo tersebut disetujui dalam rapat yang dihadir perwakilan instansi terkait penanganan pascabencana di kantor Gubernur, Kota Palu, Kamis (11/10/2018).

”BNPB, TNI, Basarnas, wali kota, dan bupati terkait setuju (perpanjangan masa tanggap darurat),'' kata Longki setelah rapat.

Menurut dia, masa tanggap darurat bakal diperpanjang selama dua pekan. Sesuai usulan awal. Dalam 14 hari ke depan, terhitung besok, petugas bakal lebih fokus kepada pemulihan kondisi.

Baik untuk korban selamat dan infrastruktur yang rusak. ”Masih banyak pengerjaan darurat yang diperlukan,” ujarnya.

Di antaranya adalah memperbaiki bangunan dan ruas jalan yang terdampak bencana. ”Di beberapa titik jalan bahkan ada yang putus total,” sambungnya.

Mengenai masa depan para pengungsi, dia menjanjikan semua bakal mendapat perhatian. Longki mengaku sudah meminta jajarannya mencukupi kebutuan mereka di posko pengungsian. Mulai dari makanan sampai air bersih. ”Logistik pasti kami upayakan terpenuhi semua,” tuturnya.

Gubernur tidak menampik banyak keluhan yang muncul ke permukaan pada dua Minggu pasca bencana. Mulai dari pemerintah yang dirasa tidak tanggap sampai isu pengusiran relawan. ”Di sini saya tegaskan semua tidak benar,” ujarnya.

Bantuan logistik dari luar daerah, kata dia, selama ini terkumpul secara terpisah di beberapa tempat. Belum semuanya terintegrasi satu sama lain. ”Dua Minggu ke depan pasti diperbaiki,” sebutnya.

Menurut dia, penanganan pasca bencana selama ini memang lebih difokuskan kepada pencarian korban yang hilang karena petugas juga dikejar dengan waktu. Jenazah yang terlalu lama tidak dibiarkan bisa membahayakan karena mendatangkan penyakit.

”BNPB biasanya hanya kasih waktu tujuh hari. Di sini sampai 14 karena memang korban yang hilang sangat banyak,” imbuhnya.

Longki menuturkan, penambahan waktu masa tanggap darurat bukan berarti ikut memperpanjang jadwal evakuasi. Dia mengatakan, pencarian korban tetap berakhir kemarin. Dasarnya sudah dipertimbangkan secara matang. Mulai dari medan bencana yang sulit ditembus sampai kondisi jenazah yang sudah rusak.

”Dijadikan memorial park adalah solusinya,” jelasnya.

Walaupun begitu, petugas bakal tetap selalu disiagakan. Mereka bakal mengambil tindakan kalau suatu saat ada laporan warga yang menemukan jenazah.

Dalam masa tanggap darurat tambahan itu, kata Longki, relokasi bagi para pengungsi juga dieksekusi. Dia menyebut sudah ada empat lahan yang rencananya bakal dipakai sebagai hunian sementara.

”Jadi, tidak ada lagi yang tinggal di tenda-tenda. Dua bulan paling cepat,” paparnya. 

Redaktur : Syaiful Amri
Reporter : --
Sumber : Kaltim Pos

Komentar

Terkini Lainnya

Puluhan Lapak PKL Cipanas Dibongkar Paksa

Puluhan Lapak PKL Cipanas Dibongkar Paksa

Metropolis
Guru Honorer Berencana Kembali Mogok

Guru Honorer Berencana Kembali Mogok

Pendidikan
Pemkab Usulkan Raperda Kebencanaan

Pemkab Usulkan Raperda Kebencanaan

Umum
Nelayan Jayanti Kembali Melaut

Nelayan Jayanti Kembali Melaut

KOMBIS
Bawaslu Cianjur Bentuk Saka Adhyasta Pemilu

Bawaslu Cianjur Bentuk Saka Adhyasta Pemilu

Umum
Tak Berseragam, ASN Bisa Kampanye

Tak Berseragam, ASN Bisa Kampanye

Metropolis
Sandiaga: Cianjur Layak Dijadikan Pusat Agraria Jabar

Sandiaga: Cianjur Layak Dijadikan Pusat Agraria Jabar

Metropolis
Puluhan Penyuluh Agama Kecamatan Jalani Tes Urine 

Puluhan Penyuluh Agama Kecamatan Jalani Tes Urine 

Metropolis
Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Optimalkan GMHP

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Optimalkan GMHP

Umum
Dinkes Cianjur Gencar Berikan Vaksin

Dinkes Cianjur Gencar Berikan Vaksin

Umum
Close Ads X